Sabtu, 26 Mei 2012

Mengintip Bahaya di Balik Kasur

0



Ternyata di balik tempat tidur ada banyak makhluk merayap, menyeramkan, dan bahaya yang mengintai. “Tidak ada tempat yang mengganggu kekebalan manusia, siang dan malam, selain kasur,” kata ahli mikrobiologi Philip Tierno dalam bukunya “The Secret Life of Germs.”

Kasur biasanya menyerap cairan tubuh seperti keringat, darah, air seni, dan jadi tempat berkembang biak bakteri. Walaupun kebanyakan bakteri tersebut tidak berbahaya, menurut Tierno, beberapa bakteri dapat menyebabkan kondisi serius seperti gangrene (pembusukan atau kematian organ atau jaringan tubuh).

Anak-anak, orang tua, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu sangat rentan terhadap masalah tersebut. Beberapa hama kasur mikroskopis lainnya antara lain jamur, kapang dan tungau.

Tungau adalah kerabat laba-laba yang kerjanya memakan sel-sel kulit kering manusia. Serangga ini dapat menyebabkan alergi, bersin, dan asma. Sementara makhluk pengganggu yang lebih besar adalah kutu busuk.

Kutu busuk — yang dulu dianggap tidak masalah — kini menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh Amerika Serikat. Kutu busuk memang tidak menularkan penyakit, tetapi mereka menyebabkan gatal-gatal, ruam yang menyakitkan, dan mereka sangat sulit diberantas. Alat fogging (pengasapan) komersial tidak dapat efektif menanggulangi kutu busuk dan meninggalkan residu pestisida yang beracun pada permukaan kamar tidur.

Jika hewan peliharaan Anda ikut tidur di kasur, maka kutu, kuman dan kotoran apa pun yang berada di telapak kaki kucing dan anjingmu akan menambah hama di tempat tidur. Dilaporkan, tidur bersama hewan peliharaan dapat mengakibatkan Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), infeksi parasit seperti cacing tambang, dan bahkan pes.

Ada lagi bahaya yang mengintai di tempat tidur: bahan kimia. Kasur konvensional terbuat dari campuran bahan produk berbasis minyak bumi seperti busa poliuretan, nilon, poliester, dan PVC.

Zat-zat tersebut dapat memicu alergi dan masalah pernapasan. Dari itu, Anda disarankan untuk menjemur dahulu semua kasur yang baru dibeli beberapa hari sebelum digunakan.

Untuk menjaga kasur sebebas mungkin dari kuman, cara terbaik adalah untuk dengan membersihkannya dengan penyedot debu dan segel dengan penutup rapat dan tahan alergi. Cuci tempat tidur setiap pekan dengan air panas dan sedikit pemutih. Cahaya ultra violet juga dapat berfungsi sebagai disinfektan. Walaupun memang kamu enggan dan tidak nyaman untuk membawa kasur ke luar, namun menjemur kasur secara berkala pada hari yang cerah sangat penting.

Ini juga akan membantu menghilangkan bahan kimia yang melekat pada kasur.



Read more

Selasa, 08 Mei 2012

Cara Jitu Cegah Serangan Kanker Serviks yang Ganas

0

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deteksi dini dengan melakukan pap smear setiap dua tahun sekali akan mampu mencegah serangan kanker serviks yang tergolong ganas.
"Pertumbuhan sel-sel abnormal menjadi kanker terbilang cukup lama. Oleh karena itu penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai tindakan untuk mengatasinya," ungkap Dr. Indrawati Dardiri, Sp.OG dari RS Premier Jatinegara dalam Seminar Awam Kanker Serviks & Kesehatan Reproduksi Wanita di RS Premier Jatinegara, Jaktim, Sabtu (4/5/2012).
Data Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Indonesia menjadi dengan kasus kanker serviks tertinggi di dunia.
"Setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks di Indonesia, dengan sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian," ungkapnya.
Penyebab kanker serviks yang paling utama disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe yang sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya.
Dari keseluruhan tipe, virus HPV 16 dan 18 tercatat sebagai tipe virus HPV yang paling berbahaya. Hal lain yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah sel-sel abnormal pada leher rahim yang bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam waktu cukup lama.
Ia menambahkan ada hubungan antara kebiasaan merokok dan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks, salah satunya penelitian dari Karolinska Institut di Swedia yang dipublikasikan di British Journal of Cancer tahun 2001, terbukti bahwa zat nicotin yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim yang merupakan awal berkembangnya kanker serviks.
Konsumsi Sayuran Hijau Tua dan Kuning
Bagi wanita yang tidak mengalami kanker serviks, langkah-langkah pencegahan adalah hal yang bijak untuk dilakukan.
Beberapa langkah pencegahan antara lain dengan tidak berhubungan seksual dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan, mencegah hubungan seksual pada usia dini, memelihara kesehatan tubuh, melakukan pap smear secara rutin, dan menghentikan kebiasaan merokok.
Hal lain yang bisa dilakukan adalah memperbanyak konsumsi sayuran berwarna hijau tua dan kuning yang banyak mengandung beta karoten, vitamin C dan E, serta vaksinasi HPV yang bertujuan mencegah dan pengobatan terhadap infeksi virus.
Tidak hanya masalah kanker, kesehatan reproduksi merupakan hal yang penting bagi setiap wanita terutama yang telah memasuki usia kematangan seksual.
"Organ reproduksi wanita, mulai dari vagina hingga rahim, merupakan bagian yang rentan untuk terkena berbagai macam gangguan kesehatan," katanya.
Oleh karena itu, organ reproduksi wanita wajib dijaga dan dirawat dengan baik.
"Terganggunya kesehatan organ reproduksi wanita disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya pola makan yang kurang sehat, faktor kebersihan, dan juga faktor genetis yang dapat menjadi pemicu," paparnya.

Read more

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting